Tampilkan postingan dengan label INDAHNYA ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INDAHNYA ISLAM. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2012

Ketika Sunnah dibilang Bid'ah


Wow, kelihatannya ini mantap, tak ada yang ngasih tau kalau Islam itu agama yang cinta damai... Kisah tetang Nabi SAW dan Sahabat benar-benar luar biasa."





Beberapa minggu kemudian di sebuah masjid, setelah membaca satu juz Al-Qur'an...



 
"Braazar! Mengapa kau mencium Al-Qur'an? Ini adalah Bid'ah, mengada-ada."
"Aku memperlihatkan hormat kepada kitab ini karena kitab ini adalah pemberian Allah."





Allah...Allah... [berzikir dengan tasbeh]



Braazar! Mengapa kau menggunakan masbaha (tasbeh)? Ini juga Bid'ah!"




("Adalah tugasku sebagai Muslim yang mengikuti akidah yang benar untuk menolong Muslim baru yang tersesat ini.")




"La hawlillaah dan sekarang syirik! Menyekutukan Allah! Doa hanya kepada Allah... ini sepenuhnya adalah syirik. Kau tidak bisa memanggil Muhammad, ia sudah wafat."




Kabuur..."



Assalamu'alaykum wahai Saudara dalam Islam, Insya Allah aku akan menjawab semua pertanyaanmu."
"Dan ini ada majalah Muslim Magazine, dan Ensiklopedia
Akidah Ahlussunah."




Misalnya, masalah Mencium Al-Qur'an: Imam Nawawi melaporkan bahwa ketika Ikrimah RA melihat Al-Qur'an, beliau meletakkannya di atas kepalanya lalu menciumnya dan memperlihatkan hormat yang sangat tinggi kepadanya, sambil mengatakan, 'Ini adalah kitab Allah, ini adalah kitab Allah.'
Mengenai Menggunakan Tasbeh: Safiyya binti Huyay RA, istri dari Nabi SAW mengatakan, 'Nabi SAW mendatangiku dan di depanku terdapat 400o butir biji kurma yang dengannya aku bertasbih.'
Mengenai Nida' (slogan): Slogan para Sahabat di Hari Yamama adalah "Wa Muhammadah" diriwayatkan oleh Ibnu Katsir."
Baca Selengkapnya....

Selasa, 14 Februari 2012

BUDI PEKERTI RASULULLAH SHOLLALLOHU `ALAIHI WA ALIHI SALLAM

 

“Rasulullah saw.bukanlah orang yang keji,beliau tidak membiarkan kekejian,tiada mengeluarkan suara keras di pasar-pasar dan tidak membalas kejahatan orang lain dengan kejahatan. Beliau suka memaafkan dan berjabat tangan.”(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Muahammad bin Ja’far, dari Syu’bah, dari Abi Ishaq, dari Abi `Abdullah al Jadali, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

“Rasulullah saw. tidak pernah memukul sesuatu dengan tangannya, kecuali tatkala beliau berjihad fi sabilillah. Beliau pun tidak pernah memukul pembantu dan wanita.”
(Diriwayatkan oleh Harun bin Ishaq al Handzani, dari `Ubadah, dari Hisyam bin `Urwah, dari bapaknya, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
“Aku mendengar Jabir bin `Abdullah r.a. berkata: `Tak pernah kudengar
Rasulullah saw. dimintai sesuatu, kemudian beliau berkata “tidak”.’
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari `Abdurrahman bin Mahdi, dari Sufyan,yang bersumber dari Muhammad bin al Munkadir r.a.)
“Nabi saw. tidak menyimpan sesuatu untuk hari esok.”(Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’id, dari Ja’far bin Sulaiman, dari Tsabit, yang
bersumber dari Anas bin Malik r.a.)
“Sesungguhnya Nabi saw menerima hadiah dan membalas hadiah.”
(Diriwayatkan oleh `Ali bin Khasyram dan lainnya, dari `Isa bin Yunus, dari Hisyam bin `Urwah, dari bapaknya, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

TAWADLU RASULULLAH SAW

“Rasulullah saw. bersabda :”Janganlah kalian berlebihan memuji daku
sebagaimana kaum Nasrani yang berlebihan memuji anak Maryam. Aku
hanyalah seorang hamba, oleh sebab itu katakanlah (panggillah) `Abdullah(hamba Allah) dan Rasul-Nya.”(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani’, diriwayatkan pula oleh Sa’id bin `Abdurrahman al Makhzumi dan sebagainya, mereka menerima dari Sufyan bin `Uyainah, dari Zuhri, dari
`Ubaidilah,dari Ibnu Abbas r.a., yang bersumber dari `Umar bin Khattab r.a.)
“Rasulullah saw. bersabda :”Sekalipun kepadaku hanya dihadiahkan betis
binatang, tentu akan kuterima. Dan sekiranya aku diundang makan betis
binatang, tentu akan kukabulkan undangannya. “
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin `Abdullahbin Bazi’, dari Basyar bin al Mufadlal, dari Sa’id dari Qatadah, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)
`Aisyah r.a. ditanya:”Apakah yang dikerjakan Rasulullah saw. Di rumahnya ?”`Aisyah r.a. menjawab:”Beliau adalah seorang manusia biasa, beliau adalah seorang yang mencuci bajunya sendiri, memerah susu kambingnya sendiri, dan melayani dirinya sendiri.”
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Isma’il, dari’Abdullah bin Shalih, dari Mu’awiyah bin Shalih, dari Yahya bin Sa’id,yang bersumber dari `Amrah)

TANGIS RASULULLAH SAW

“Rasulullah saw. bersabda kepadaku:”Bacakan al Qur’an untukku!” “Wahai Rasulullah saw.! Mana mungkin aku membacakannya kepada Anda, bukankah ia diturunkan kepada Anda?”Beliau bersabda:”Sungguh aku ingin mendengarkannya dari selain daku.” Maka kubacakan surat an Nisa, sampai ayat: “Waji’na bika `ala ha ula-I syahida.” (Dan Kami mendatangkan kamu sebagai saksi atas mereka). (Q.S. 4 an- Nisa: 41). `Abdullah bin Mas’ud berkata :”Maka kulihat kedua mata Rasulullah saw. bercucuran air mata.”(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan , dari Mua’wiyah bin Hisyam, dari Sufyan, dari al A’masy, dari Ibrahim, dari `Ubaid, yang bersumber dari `Abdullah bin Mas’ud r.a.)
“Rasulullah saw. mencium `Utsman bin Madh’un* tatkala ia telah wafat. Dan ketika itu beliau menangis.” Atau (kata perawi ragu): “Kedua matanya berlinang air mata.”(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari `Abdurrahman bin Mahdi, dari Sufyan, dari Ashim bin `Ubaidilah*, dari Qasim bin Muhammad*, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
• ‘Utsman bin Madh’un adalah saudara sesusu Rasulullah saw. Ia wafat dua setengah tahun setelah hijrah.
• Ashim bin `Ubaidilah dadla’ifkan oleh Ibnu Ma’in, menurut keterangan Bukhari,periwayatannya munkar
• Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar, merupakan salah seorang fukaha Madinah yang tujuh,dari generasi kedua dan periwayatnnya dikeluarkan oleh jama’ah.

CARA TIDUR RASULULLAH SAW

“Sesungguhnya Nabi saw. bila berbaring di tempat tidurnya, beliau letakkan telapak tangannya yang kanan di bawah pipinya yang kanan, seraya berdo’a:
“Rabbi qini `adzabaka yauma tab’atsu `ibadaka.” (Ya Rabbi,peliharalah aku dari azab-Mu pada hari Kau bangkitkan seluruh hamba-Mu).
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin al Matsani, dari `Abdurrahman bin Mahdi, dari Israil,dari Abi Ishaq, dari `Abdullah bin Yazid, yang bersumber dari al Bara bin `Azib r.a.)
“Bila Rasulullah saw. berbaring di tempat tidurnya,maka beliau berdo’a :
“Allahumma bismika amutu wa ahya’. (Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup).Dan bila Beliau bangun,maka Beliau membaca: “Alhamdulillahilla dzi ahyana ba’dama amatana wailaihin nusyur.” (Segala puji bagi Allah, yang telah menghidupkan aku kembali setelah mematikan daku dan kepada-Nya tempat kembali).
(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari `Abdurrazaq, dari Sufyan, dari `Abdul Malik bin `Umair, dari Ruba’I bin Hirasyi, yang bersumber dari Hudzaifah r.a.)
“Sesungguhnya bila Nabi saw. istirahat dalam musafirnya di malam hari, Beliau berbaring ke sebelah kanan. Dan bila Beliau istirahat pada musafirnya menjelang subuh, maka Beliau tegakkan lengannya dan diletakkannya kepalanya diatas tangannya.”(Diriwayatkan oleh alHusein bin Muhammad al Hariri, dari Sulaiman bin Harb,dari Hammad bin Salamah dari Humaid, dari Bakr bin `Abdullah al Mazini, dari `Abdullah bin Rabbah, yang bersumber dari Abi Qatadah r.a.)

KEHIDUPAN RASULULLAH SAW

“Kami berada di samping abu Hurairah r.a. sedang ia memakai dua lembar kain kattan* yang dicelup bahan Lumpur merah. Lalu ia membuang ingusnya pada salah satu dari dua kainnya itu. Ia berkata : “Bakh, Bakh*”. Abu Hurairah membuang ingusnya pada kain kattan itu. Selanjutnya ia bercerita :”Sungguh,aku teringat kembali ketika aku tersungkur diantara mimbar Rasulullah saw.
dengan kamar `Aisyah r.a. karena pingsan. Tiba-tiba datang seorang laki-laki lantas ia letakkan kakinya di atas leherku. Ia mengira aku dalam keadaan gila.Sebenarnya aku tidak gila,tapi kejadian itu hanyalah kelaparan.”(Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’id, dari Hammad bin Zaid, dari Ayyub, yang bersumber dari Muhammad bin Sirin*)
• Kain Kattan ialah kain yang terbuat dari serat kayu. Atau kain yang dibuat dengan cara kasar,biasanya disebut kain rami.
• bakh, bakh ialah kalimat yang sering digunakan oleh orang Arab untuk menyatakan rasa kagum, atau rasa senang, atau tidak menyenangi sesuatu. Pada hadist ini, kalimat bakh,bakh berarti suatu isyarat terhadap pernyataan kurang senang, atau keadaan yang menyedihkan.
• Muhammad bin Sirin al Bashri adalah maula (budak yang dibebaskan) Anas bin Malik r.a.

“Rasulullah saw. tidak pernah kenyang makan roti, dan tiada pula dengan daging, kecuali dalam keadaan dlaffaf.”(Diriwayatkan oleh Qutaibah, dari Ja’far bin Sulaiman ad Dluba’I, yang bersumber dari Malik bin Dinar r.a.)
Malik bin Dinar selanjutnya berkata: “Aku bertanya kepada seorang laki-laki dari pedusunan: “Apa yang dimaksud dengan dlaffaf?” Ia menjawab: “Makan bersama orang banyak.” “Sesungguhnya kami, keluarga Muhammad saw.
pernah selama sebulan tidak menyalakan api (tidak menanak apapun) kecuali korma dan air.”(Diriwayatkan oleh Harun bin Ishaq,dari Ubadah, dari Hisyam bin `Urwah, dari ayahnya yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
“Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya aku dijadikan takut oleh Allah dan tiada seorangpun yang diberi rasa takut sebagaimana aku. Sungguh, aku telah ditimpa cobaan di jalan Allah, dan tiada seorangpun yang mendapat cobaan sebagaimana aku.Sungguh merupakan pengalaman bagiku, yaitu selama tiga puluh hari tiga puluh malam, aku dan bilal tidak mendapatkan makanan yang pantas dimakan orang yang mempunyai rongga perut. Waktu itu hanya ada sedikit makanan yang disembunyikan pada ketiak bilal.”(Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Abdurrahman, dari Rauh bin Aslam Abu Hatim al Bashri,dari Hammad bin Salamah, dari Tsabit, yang bersumber dari Anas r.a.)

NAMA-NAMA RASULULLAH SAW

Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya bagiku ada beberapa nama, Yaitu:
Aku Muhammad, aku Ahmad dan aku al Mahi, maksudnya: dengan jalan aku,Allah membasmi kekafiran.Aku juga digelari al Hasyir,yang maksudnya: umat manusia dihimpun di belakangku.
Akupun digelari al `Aqib (penerus para Nabi)”al Aqib adalah yang tiada diiringi di belakangnya oleh hadirnya seorang Nabi.”(Diriwayatkan oleh Sa’id bin `Abdurrahman al Makhzumi dan lainnya, dari Sufyan, dari az
Zuhri, dari Muhammad bin Jabir bin Muth’im bin `Adi*, yang bersumber dari bapaknya)
• Muth’im bin `Adi adalah pembesar kota Mekkah.”Aku bertemu dengan Nabi saw. pada suatu jalan di Madinah. Ia bersabda: “Aku Muhammad, aku Ahmad, aku Nabiyur-Rahmah( Nabin pembawa Rahmat) dan
aku Nabiyut-Thaubah (Nabi pengajar taubah). Aku al Muqaffi (yang datang mengikuti jejak para Nabi). Aku al Hasyir dan Nabiyul Malahim (Nabi yang mengalami beberapa peperangan). “(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Tharif al Kufi, dari Abu Bakar bin `Iyyasy*, dari `Ashim,
dari Abi Wa’il, yang bersumber dari Hudzaifah r.a.)
• Abbu Bakar bin `Iyyasy, nama sebenarnya diperselisihkan. Ada yang mengatakan Muhammad, ada yang mengatakan `Abdullah, atau Salim, atau Syu’bah. Namun kesemuanya juga Tsiqat.

BEKAM RASULULLAH SAW

“Rasulullah saw. berbekam, yang membekamnya adalah Abu Thaibah, maka beliau memerintahkan untuk memberinya dua sha’* makanan. Rasulullah saw.
berbicara kepada tuannya (tuan tukang bekam), lalu mereka mengugurkan kharajnya*.” Rasulullah saw. bersabda :”Sesungguhnya cara pengobatan kalian yang paling afdhal ialah berbekam.” Atau (perawi ragu) :”Sesungguhnya cara pengobatan kalian yang utama adalah berbekam.”(Diriwayatkan oleh `Ali bin Hujr, dari Isma’il bin Ja’far, dari Humaid, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

KEPEKAAN RASULULLAH SAW

“Nabi saw. sangat peka melebihi anak dara pada pingitannya. Apabila beliau tidak menyenangi sesuatu, kami dapat mengetahuinya dari perubahan air mukanya.”(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Daud, dari Syu’bah, dari Qatadah, dari `Abdullah bin Abi `Utbah, yang bersumber dari Abu Sa’id al Khudri r.a.)
`Aisyah berkata :”Aku tidak pernah memandang kemaluan Rasulullah saw.” Atau ia berkata :”Sekali-kali aku tidak pernah melihat kemaluan Rasulullah saw.”(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Waki’, dari Sufyan, dari Manshur, dari Musa bin `Abdullah bin Yazid al Khathimi, dari Maula `Aisyah, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
• Abu Thaibah adalah nama panggilan bagi Nafi’, ia adalah budak Bani Haritsah atau budak kepunyaan Abu Mas’ud al Anshari.
• Sha’(gantang) adlah takaran. Satu Sha’sama dengan empat mud, sedangkan satu mud sama dengan tujuh ons.
• Kharaj ialah suatu kesepakatan antara tuan dengan budak untuk membayar kepada tuannya sejumlah uang, sewaktu budak tidak bekerja pada tuannya.Dalam peristiwa ini Abu Thaibah seharusnya membayar tiga Sha’, tapi karena ia telah membayar dua Sha’, hasil membekam Rasulullah saw. Maka yang satu Sha’lagi digugurkan oleh tuannya setelah Rasulullah saw. berbicara dengan tuannya.
“Nabi saw. berbekam dan memerintahkan kepadaku (untuk membayar), maka kuberikan pada tukang bekam upahnya.”(Diriwayatkan oleh `Amr bin `Ali, dari Abu Daud, dari Waraqa’ bin `Umar, dari `Abdil A’la,
dari Abi Jamilah, yang bersumber dari `Ali k.w.)”Rasulullah saw. pernah berbekam pada dua urat leher dan tengkuk.Beliau
berbekam pada tanggal 17,19, dan 21.”(Diriwayatkan oleh `Abdul Quddus bin Muhammad al `Athar al Bashri, dari `Amr bin Ashim, dari Hamman,dan diriwayatkan pula oleh Jarir bin Hazm,keduanya menerimanya dari Qatadah, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)
“Rasulullah saw. bersabda :”Barangsiapa berbekam pada tanggal 17,19 dan 21,tentulah tindakannya itu jadi penyembuh bagi setiap penyakit.”
(Riwayat Abu Daud)
Baca Selengkapnya....

Macam-macam Cinta

Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga : (1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, (2) lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan (3) lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri. Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Alloh SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Alloh SWT, dengan membaca firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain.

Dalam Qur’an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:

1. Cinta Mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.

2. Cinta Rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.

3. Cinta Mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur’an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.

4. Cinta Syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur’an menggunakan term syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir kepada bujangnya, Yusuf.

5. Cinta Ra’fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur’an menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus hukuman bagi pezina (Q/24:2).

6. Cinta Shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur’an menyebut term ni ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin (Q/12:33)

7. Cinta Syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur’an tetapi dari hadis yang menafsirkan al Qur’an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsur dari hadis riwayat Ahmad; wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il tihab naruha fi qalb al muhibbi

8. Cinta Kulfah, yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur’an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)
Baca Selengkapnya....

Mutiara Hikmah Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad


“Bagaimana seseorang dapat disebut sebagai mukmin, jika dia berusaha menyenangkan manusia dengan sesuatu yang membuat Allah itu murka”
“Kasih sayang (persahabatan) yang dipaksakan tidak akan bertahan lama”

“Barangsiapa menempatkan dirinya di hadapan Allah seperti budak di hadapan tuannya, maka dia akan meraih semua kesempurnaan”

“Barangsiapa yang tidak merasa cukup dengan sedikit harta yang dimilikinya, maka harta yang banyak pun tidak akan pernah membuatnya puas. Barangsiapa tidak mengamalkan sedikit ilmu yang dimilikinya, maka ketika memiliki ilmu yang banyak pun dia tidak akan mengamalkannya”

“Tidak ada yang dapat menghibur seseorang yang mengalami musibah seperti menceritakan keadaan orang-orang yang bernasib sama dengannya”

“Seseorang yang terbiasa menggagalkan niat-niat baik yang telah ia tetapkan, maka dia tidak akan memperoleh karunia-karuina yang besar”

“Seseorang hamba tidak akan mencapai hakikat iman sebelum dia merasakan nikmatnya memenuhi keinginan nafsu mereka”

“Beban menyimpan rahasia lebih ringan daripada perasaan khawatir akan terbongkarnya rahasia yang kau ceritakan kepada seseorang”

“Tanda terjelas kesempurnaan akal seseorang adalah jika dia tidak berkeberatan untuk memuji teman-temannya. Tanda terjelas kerendahan hati seseorang adalah jika ia rela diletakkan di akhir padahal ia layak untuk diletakkan di depan. Dan tanda terjelas keikhlasan sesorang adalah jika ia tidak memperdulikan kebencian masyarakat demi mencapai keridhaan Allah”

“Jangan mempercayai ucapan jiwa yang menyatakan bahwa menjadi kaya atau miskin baginya sama saja, sebelum kau uji dia. Jika bukti tidak diperdulikan, tentu setiap orang akan mengakui sesuatu yang tidak dia miliki. Buktilah yang akan membedakan siapa yang jujur dan siapa yang berdusta”

“Barangsiapa mudah mewujudkan cita-cita akhiratnya dan sulit menggapai cita-cita dunianya, maka daia adalah Pewaris Nabi. Dan barangsiapa mudah mencapai keinginan dunianya dan sulit menggapai kepentingan akhiratnya, maka dia termasuk orang-orang yang tertipu. Dan barangsiapa sulit mewujudkan kepentingan akhirat dan dunianya, maka dia dalah orang yang dimurkai”

“Seburuk-buruk orang miskin adalah dia yang ingin menjadi kaya (karena tidak rela menjadi orang miskin. Sedangkan sebaik-baik orang kaya adalah dia yang tidak berkeberatan untuk menjadi orang miskin”

“Seorang dai yang menyeru manusia ke jalan Allah, tidak akan menjadi sempurna sebelum ucapan dan perbuatannya menjadi suri tauladan bagi seluruh alam”

“Barangsiapa senang dipuji dengan kebaikan yang tidak pernah dia lakukan,dan benci dicaci atas keburukan yang ia lakukan,maka dia adalah seorang yang suka pamer (riya)”

“Manusia sering tidak mampu membedakan rasa malu yang terpuji dengan sifat pengecut yang tercela. Perasaan malu yang mencegahmu dari berbuat baik dan mendorongmu untuk bermaksiat, dia adalah sifat pengecut yang tercela, bukan rasa malu yang terpuji. Sebab rasa malu akan selalu membawa kebaikan”

“Barangsiapa mudah berdusta ketika merasa takut kepada sesuatu, maka ketika menginginkan sesuatu dia pun akan berdusta”

“Ada 3 jenis tanah, PERTAMA, tanah yang jika diberi air mampu menumbuhkan rumput. Inilah permisalan manusia yang mampu memahami ilmu yang dipelajarinya. Sebagaimana air akan membuat tanah menjadi subur, maka kecerdasan akan memudahkan manusia untuk memperoleh ilmu. KEDUA, tanah yang mampu menyimpan air, tetapi tidak dapat menumbuhkan rumput. Inilah permisalan manusia yang tidak memiliki kemampuan untuk menghafal, tetapi tidak dapat memahami apa yang dia hafal. Jika engkau melihat seorang berilmu yang tidak mampu memahami lebih dari apa yang ia dengar, maka dia akan masuk ke dalam kelompok kedua ini. Tetapi, jika dia mampu memahamai lebih dari apa yang ia dengar maka ia masuk dalam kelompok pertama. KETIGA, tanah yang tidak mampu menumbuhkan rumput maupun menyimpan air. Inilah permisalan manusia yang tidak memiliki kemampuan menghafal maupun memahami, mengajarkan ilmu kepadanya justru menyia-nyiakan ilmu itu sendiri. Bukankah seseorang yang memiliki tanah yang tidak mampu menumbuhkan rumput maupun air tidak akan mengairi tanahnya ?! bukankah dia berpikir bahwa mengairinya merupakan suatu perbuatan yang sia-sia ?! Begitu pula ilmu, seharusnya tidak ia ajarkan kepada orang yang akan menyia-nyiakannya. Inilah sikap yang lebih utama.”
“Jika nafsu mengajakmu untuk memenuhi keinginannya, maka jangan kau katakan, `Akan kupenuhi keinginannya sekali ini saja agar ia tidak terus-menerus menuntut hatiku`. Sebab sekali kau penuhi keinginannya, maka dia akan memintamu untuk memenuhi keinginannya yang lebih besar lagi”

“Jika engkau melihat seorang yang berilmu dapat memberikan manfaat dengan ucapannya, tetapi perbuatannya tidak dapat diteladani, maka dia memiliki kekurangan. Jika engkau melihat seorang penuntut ilmu mampu mengambil manfaat dari apa yang ia dengar, tetapi tidak dapat belajar dari perbuatan (contoh-contoh) nyata, maka dia juga memiliki kekurangan. Jika engkau melihat penuntut ilmu mampu memetik manfaat dari ucapan gurunya dan tidak mampu belajar dari perilaku gurunya, maka lihatlah terlebih dahulu bagaimana gurunya. Jika perilaku gurunya ternyata tidak ada yang dapat dicontoh, maka pantaslah dia bersikap demikian. Dan jika ternyata perilaku sang guru baik tetapi si murid yang tidak mampu mencontohnya, maka jangan anggap ia sebagai muridnya”

“Dosa seseorang yang tidak mendermakan harta bukan pada tempatnya lebih banyak daripada dia yang enggan mendermakan harta kepada orang yang berhak menerimanya”

“Barangsiapa menyimpan sesuatu yang ia tahu bahwa memginfakkannya lebih baik, maka dia adalah orang yang mengutamakan dunia”

“Jika memandang orang-orang yang mengutamakan dunia akan menghapus rasa cinta akhirat dalam hati, lalu bagaimana halnya dengan orang yang duduk dan bergaul dengan mereka ?!”

“Barangsiapa meniggalkan sesuatu yang pasti demi sesuatu yang belum pasti, maka dia adalah seorang yang sangat bodoh. Dan barangsiapa berpegang pada keraguan padahal dia dapat berpegang pada sesuatu yang pasti, maka dia adalah seorang yang pandir (bingung)”

“Topik pembicaraan seorang yang berilmu terhadap kaum mukminin awam hendaknya mengacu pada tiga topik berikut, PERTAMA mengingatkan mereka akan berbagai nikmat yang diberikan Allah. KEDUA mengajak mereka untuk selalu taat kepada Allah. KETIGA menghimbau mereka untuk tidak bermaksiat kepada Allah. Seorang berilmu yang berbicara kepada kaum awam di luar ketiga topik ini, maka dia adalah seorang penebar fitnah”

“Rasa rakus kepada dunia timbul dari tiga hal, PERTAMA memandang indah dunia. Inilah yang mendorong manusia untuk hidup selama-lamanya demi menikmati keindahan itu. KEDUA penghormatan manusia kepada mereka yang berharta. Inilah yang menyebabkan manusia suka berbangga dan bersaing harta. KETIGA prasangka bahwa tanpa dunia dia tidak dapat hidup. Inilah yang menyebabkan manusia maenjadi kikir dan takut miskin”

“Orang yang paling bodoh adalah dia yang pengetahuannya tentang keluasan rahmat Allah justru membuatnya semakin berani bermaskiat kepada-Nya”

“Permisalan orang yang berbuat dosa dengan niatan untuk kemudian bertobat adalah seperti orang yang mengotori tubuh dan pakaiannya denagn niat untuk mandi setelahnya. Seharusnya dia tidak bersikap demikian, tetapi berusaha dengan sekuat tenaga agar tubuh dan pakaiannya tidak kotor. Kemudian jika ternyata dia lalai dan secara tidak sengaja mengotori tubuh dan pakaiannya, maka dia akan segera membersihkannya”

“Persaudaraan di jalan Allah adalah ibarat sebuah pohon, dia perlu disiram. Saling berkunjung merupakan air yang digunakan untuk menyiraminya. Tolong menolong dalam perbuatan baik dan ketakwaan merupakan buahnya. Sebuah pohon yang tidak akan disiram akan layu, dan yang tidak menghasilkan buah akan ditebang”

“Merendahkan diri ketika memiliki kedudukan tinggi, menampakkan kecukupan ketika berada dalam kekurangan dan hidup sederhana ketika memiliki kekayaan, merupakan wujud dari akhlak mulia”

“Bukanlah sesuatu yang sangat istimewa jika sesorang merasa kurang amal sedangkan dia benar-benar berada dalam kekurangan. Tetapi, sesuatu yang istimewa adalah jika dia merasa kurang amal padahal dia telah berusaha secara maksimal”

“Pada awalnya kebaikan itu terasa pahit dan akhirnya kelak manis. Kebaikan dapat diibaratkan sebagai seorang pendaki gunung. Seorang pendaki gunung baru bisa merasakan kenyamanan setelah mencapai puncak. Sebaliknya, pada awalnya keburukan itu terasa manis dan akhirnya pahit. Keburukan dapat diibaratkan sebagai seseorang yang jatuh dari puncak gunung atau atap sebuah rumah, dia baru akan merasakan sakit setelah menyentuh tanah”

“Jangan kau anggap saudara sesorang yang mampu menolongmu tetapi dia tidak mau melakukannya”

“Jangan berteman kecuaali dengan orang yang kau mampu penuhi hak-haknya dan tidak membuatmu menuntutnya untuk memenuhi hak-hakmu. Sebab sebelum kau minta, dia telah memenuhi hak-hakmu dengan sempurna”

“Muliakanlah teman-temanmu dengan sesuatu yang dapat kau lakukan secara berkesinambungan. Jika tidak, apa yang kau lakukan itu justru kelak akan menjadi penyebab putusnya hubunganmu dengan mereka”

“Setan lebih bersemangat untuk menyesatkan orang yang berilmu ketimbang orang bodoh, sebab jika seorang berilmu yang tersesat akan menyesatkan orang lain. Sedangkan orang bodoh yang tersesat tidak akan menyesatkan orang lain”

“Barangsiapa di kala senang suka memujimu dengan kebaikan yang tidak pernah kau lakukan, maka saat marah nanti dia pasti akan mencelamu dengan keburukan yang tidak pernah kau lakukan”

“Seseorang yang meremehkan sesuatu perkara merupakan tanda bahwa dia akan meninggalkannya”

“Barangsiapa suka dipuji dengan kebaikan yang tidak dimilikinya dan tidak suka dicela dengan keburukan yang dilakukannya, sehingga ia menyukai orang yang memujinya dan membenci orang yang mencelanya, maka dia seorang yang teramat sangat bodoh”

“Di dunia ini tidak ada makhluk yang lebih bodoh dari seseorang yang mengetahui sesuatu yang baik tetapi dia tidak mengrjakannya dan mengetahui yang buruk tetapi justru melakukannya”

“Salah satu dosa besar yang bersifat dhohir adalah jika engkau mengharapkan dari teman-temanmu dunia sedangkan mereka mengharapkan darimu akhirat”

“Jika engkau ingin menjadi manusia yang merdeka (tidak diperbudak oleh sesuatu), maka tinggalkanlah segala sesuatu yang jika tidak kau tinggalkan dengan sukarela, kelak akan kamu tinggalkan secara paksa”

“Biarkan anak-anak menghabiskan semua keinginannya untuk bermain-main sekarang, selagi ia masih berada dalam usia untuk bermain-main. Jika hal ini tidak dilakukan, maka kelak (saat dewasa) ia akan kembali bermain-main pada saat yang seharusnya ia tidak patut bermain-main”

“Betapa sering sesuatu (amal) yang sedikit menjadi bernilai banyak karena niat yang baik dan betapa sering sesuatu (amal) yang banyak menjadi sedikit (nilainya) karena niat yang buruk”

“Jika engkau berdoa, memohonlah agar sesuatu itu terwujud di saat yang terbaik dengan selamat dan lembut”

“Salah satu keburukan yang terdapat pada manusia zaman ini adalah mereka lebih suka mencontoh kekurangan atau keburukan sesorang daripada meneladani kebaikan dan keindahan budinya”

“Tidak akan merasakan nikmatnya membaca Al-Qur`an kecuali dia yang memiliki mata hati yang jernih dan bercahaya”

“Amal yang bernilai tinggi adalah amal yang dianggap kecil dan dipandang remeh oleh nafsu. Adapun amal yang dipandang mulia dan bernilai oleh nafsu, pahalanya dapat sirna, baik karena pelakunya, amalnya itu sendiri ataupun karena orang lain yang berada di sekitarnya”

“Salah satu bentuk tipu daya setan yang sangat halus adalah ia berupaya menjauhkanmu dari sebuah kebaikan dengan menyibukkan dirimu untuk melakukan kebaikan lain di saat engkau sedang melakukan sebuah kebaikan, sehingga engkau tidak dapat melakukan kebaikan yang pertama tadi dengan sempurna”

“Jika seorang hamba merasakan dalam dirinya terdapat ajakan untuk melakukan ketaatan dan seruan untuk membenci kemaksiatan, maka hatinya bercahaya”

“Orang yang berperangai buruk adalah sesorang yang kendati kamu santuni, kamu senagnkan hatinya dan berlemah lembut kepadanya, maka ia tetap tidak akan pernah merasa puas (tidak akan pernah merasa senang), bahkan ia selalu marah kepadamu”

“Jangan sekali-kali engkau meminta suatu jabatan kepemimpinan. Sebab jika engkau peroleh jabatan itu atas permintaanmu, maka ia akan dibebankan kepadamu. Namun jika jabatan itu engkau peroleh tanpa permintaan darimu, niscaya Allah akan memberi pertolongan-Nya kepadamu”

“JADILAH ENGKAU PEMAAF DAN PERINTAHKANLAH ORANG UNTUK MENGERJAKAN YANG MA`RUF, SERTA BERPALINGLAH DARI ORANG-ORANG YANG BODOH”
(QS. AL-A`RAF:199)                                 


{Dipetik dari buku SETETES HIKMAH (kumpulan Nasihat Al Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad) oleh Al Habib Naufal bin Muhammad Al-`Aidrus}
Baca Selengkapnya....

Senin, 13 Februari 2012

Sejarah Ka`bah

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadat manusia ialah Baitullah yang di Makkah yang diberkahi.” (Al-Imran, ayat 96).
Interior Di Dalam Ka'bah
Kabah adalah bangunan suci Muslimin yang terletak di kota Mekah didalam Masjidil Haram. Ia merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah shalat bagi umat Islam diseluruh dunia. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.
Kabah berbentuk bangunan kubus yang berukuran 12 x 10 x 15 meter. Kabah disebut juga dengan nama Baitullah atau Baitul Atiq (rumah tua) yang dibangun dan dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekah atas perintah Allah. Kalau kita membaca Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 37 yang berbunyi, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman didekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”
Interior Ka'bah
kalau kita membaca ayat diatas, kita bisa mengetahui bawah Kabah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim AS menempatkan istrinya Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut. Jadi Kabah telah ada sebelum Nabi Ibrahim AS menginjakan kakinya di Mekah.
Pada masa Nabi Muhammad SAW berusia 30 tahun, pada saat itu beliau belum diangkat menjadi Rasul, bangunan ini direnovasi kembali akibat banjir yang melanda kota Mekah pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali Hajar Aswad namun berkat hikmah Rasulullah perselisihan itu berhasil diselesaikan tanpa kekerasan, tanpa pertumpahan darah, dan tanpa ada pihak yang dirugikan.
Banjir Di Ka'bah Pada zaman Jahiliyyah sebelum diangkatnya Rasulullah SAW menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah, Kabah penuh dikelilingi dengan patung-patung yang merupakan Tuhan bangsa Arab, padahal Nabi Ibrahim AS yang merupakan nenek moyang bangsa Arab mengajarkan tidak boleh mempersekutukan Allah, tidak boleh menyembah Tuhan selain Allah yang Tunggal, tidak ada yang menyerupai-Nya dan tidak beranak dan diperanakkan. Setelah pembebasan kota Mekah, Kabah akhirnya dibersihkan dari patung-patung tanpa kekerasan dan tanpa pertumpahan darah.
Kunci Ka'bah
Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Sya’ibah sebagai pemegang kunci Kabah dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh pemerintahan, baik pemerintahan khalifah Abu BakarUmar bin KhattabUtsman bin AffanAli bin Abi Thalib, Muawwiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, Dinasti Abbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, sampai saat ini yakni pemerintah kerajaan Arab Saudi yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekah dan Madinah.
Pada zaman Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS pondasi bangunan Kabah terdiri atas dua pintu dan letak pintunya terletak diatas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi. Namun ketika renovasi Kabah akibat bencana banjir pada saat Rasulullah SAW berusia 30 tahun dan sebelum diangkat menjadi Rasul, karena merenovasi Kabah sebagai bangunan suci harus menggunakan harta yang halal dan bersih, sehingga pada saat itu terjadi kekurangan biaya. Maka bangunan kabah dibuat hanya satu pintu serta ada bagian Kabah yang tidak dimasukkan kedalam bangunan Kabah yang dinamakan Hijir Ismail yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi Kabah. Saat itu pintunya dibuat tinggi letaknya agar hanya pemuka suku Quraisy yang bisa memasukinya. Karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah yang sangat dimuliakan oleh bangsa Arab.
Gambar Denah Ka'bah
Karena agama Islam masih baru dan baru saja dikenal, maka Nabi SAW mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali Kabah sehingga ditulis dalam sebuah hadits perkataan beliau: “Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan Aku turunkan pintu Kabah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail kedalam Kabah”, sebagaimana pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim.”
Jadi kalau begitu Hijir Ismail termasuk bagian dari Kabah. Makanya dalam bertawaf kita diharuskan mengelilingi Kabah dan Hijir Ismail. Hijir Ismail adalah tempat dimana Nabi Ismail AS lahir dan diletakan di pangkuan ibunya Hajar.
Ketika masa Abdurahman bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan Kabah dibuat sebagaimana perkataan Nabi SAW atas pondasi Nabi Ibrahim AS. Namun karena terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan, penguasa daerah Syam, terjadi kebakaran pada Kabah akibat tembakan pelontar (Manjaniq) yang dimiliki pasukan Syam. Sehingga Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Kabah berdasarkan bangunan hasil renovasi Rasulullah SAW pada usia 30 tahun bukan berdasarkan pondasi yang dibangun Nabi Ibrahim AS. Dalam sejarahnya Kabah beberapa kali mengalami kerusakan sebagai akibat dari peperangan dan umur bangunan.
Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana untuk merenovasi kembali kabah sesuai dengan pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi SAW, namun segera dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan masalah khilafiyah oleh penguasa sesudah beliau dan bisa mengakibatkan bongkar pasang Kabah. Maka sampai sekarang ini bangunan Kabah tetap sesuai dengan renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang
Hajar Aswad
Hajar Aswad
Hajar Aswad merupakan batu yang dalam agama Islam dipercaya berasal dari surga. Yang pertama kali meletakkan Hajar Aswad adalah Nabi Ibrahim AS. Dahulu kala batu ini memiliki sinar yang terang dan dapat menerangi seluruh jazirah Arab. Namun semakin lama sinarnya semakin meredup dan hingga akhirnya sekarang berwarna hitam. Batu ini memiliki aroma wangi yang unik dan ini merupakan wangi alami yang dimilikinya semenjak awal keberadaannya. Dan pada saat ini batu Hajar Aswad tersebut ditaruh disisi luar Kabah sehingga mudah bagi seseorang untuk menciumnya. Adapun mencium Hajar Aswad merupakan sunah Nabi SAW. Karena beliau selalu menciumnya setiap saat bertawaf. Dan sunah ini diikuti para sahabat beliau dan Muslimin.

Makam ibrahim
Maqam Ibrahim AS
Makam Ibrahim bukan kuburan Nabi Ibrahim AS sebagaimana banyak orang berpendapat. Makam Ibrahim merupakan bangunan kecil terletak disebelah timur Kabah. Di dalam bangunan tersebut terdapat batu yang diturunkan oleh Allah dari surga bersama-sama dengan Hajar Aswad. Di atas batu itu Nabi Ibrahim AS berdiri disaat beliau membangun Kabah bersama sama puteranya Nabi Ismail AS. Dari zaman dahulu batu itu sangat terpelihara, dan sekarang ini sudah ditutup dengan kaca berbentuk kubah kecil. Bekas kedua tapak kaki Nabi Ibrahim AS yang panjangnya 27 cm, lebarnya 14 cm dan dalamnya 10 cm masih nampak dan jelas dilihat orang.

Multazam
Multazam Multazam terletak antara Hajar Aswad dan pintu Kabah berjarak kurang lebih 2 meter. Dinamakan Multazam karena dilazimkan bagi setiap muslim untuk berdoa di tempat itu. Setiap doa dibacakan di tempat itu sangat diijabah atau dikabulkan. Maka disunahkan berdoa sambil menempelkan tangan, dada, dan pipi ke Multazam sesuai dengan hadist Nabi SAW yang diriwayatkan sunan Ibnu Majah dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash.
Sumber: hasanalsaggaf.wordpress.com
Ke Atas
Baca Selengkapnya....

INDAHNYA ISLAM

Baca Selengkapnya....